“Penyuluhan Kementerian Agama Karangasem tentang Pelaksanaan Nyepi dan Tumpek Uduh untuk Kelompok Dasawisma Tiyingtali Kaler”

Hari ini, Kementerian Agama Kabupaten Karangasem melaksanakan kegiatan penyuluhan tentang pelaksanaan Nyepi yang bertepatan juga dengan Hari Raya Tumpek Uduh/Wariga/Ngatag. Kegiatan ini ditujukan kepada kelompok Dasawisma Tiyingtali Kaler. Acara dibuka dengan sambutan oleh Perbekel Desa Tiyingtali dan Plt. Sekretaris Camat Abang. Penyuluhan ini diisi oleh penyuluh dari Kantor kementerian Agama Hindu Kabupaten Karangasem yang memaparkan materi secara komprehensif tentang pelaksanaan Nyepi dan makna dari Catur Brata Penyepian, yang meliputi amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang).

Selain itu, penyuluh juga menjelaskan tentang Tumpek Uduh, yang merupakan hari untuk menghormati dan merawat segala bentuk ciptaan Tuhan, terutama yang berhubungan dengan alam dan keberlanjutan hidup. Perayaan Tumpek Uduh ini memiliki makna penting dalam menjaga keseimbangan alam dan hubungan spiritual dengan Tuhan.

Kami mengucapkan terima kasih kepada penyuluh dari Kementerian Agama atas kerjasamanya dalam memenuhi permohonan kami untuk memberikan penyuluhan ini dan juga Plt. sekretaris Camat Abang yang sudah meluangkan waktunya untuk hadir pada kegiatan ini. Semoga kegiatan ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada masyarakat kami mengenai pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang penuh makna dan mendalam. Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan masyarakat dapat melaksanakan Nyepi dengan penuh kesadaran, mengikuti Catur Brata Penyepian dengan benar, serta menjadikan pedoman yang bermanfaat dalam menjaga keharmonisan sosial dan spiritual. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat rasa kebersamaan dan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam dan kehidupan.